Persiapan Lebaran 1447 H: Gubernur Pramono Anung Pastikan Stok Daging Sapi Jakarta Aman Lewat Impor Langsung dari Australia

Pramono Anung Respons Demo Buruh Terkait UMP Jakarta 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan gedung baru dari SMA Labschool Bintaro, Selasa (9/9/2025)/Dok. Diskominfotik.

Faktamedan.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan jaminan kepada warga ibu kota bahwa ketersediaan stok daging sapi akan tetap stabil menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Kepastian ini disampaikan usai Gubernur meninjau langsung kedatangan ribuan ekor sapi impor asal Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (24/2/2026). Langkah strategis ini mencatatkan sejarah baru bagi Pemprov DKI Jakarta.

Setelah hampir tiga dekade berhenti, Jakarta akhirnya kembali melakukan impor sapi secara langsung dari Australia tanpa melalui perantara pihak ketiga. Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Dharma Jaya, pemerintah menargetkan total 7.500 ekor sapi untuk tahap awal guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Tekan Harga Lewat Distribusi Langsung

Kebutuhan daging sapi di Jakarta diprediksi akan meningkat tajam mendekati hari raya, dengan rata-rata kebutuhan harian mencapai 65 ton. Masuknya ribuan ekor sapi impor ini diharapkan mampu menjadi bantalan untuk menekan potensi lonjakan harga akibat tingginya permintaan pasar.

“Langkah impor langsung ini dilakukan untuk memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga harga di tingkat konsumen tetap terjangkau,” ungkap Pramono Anung saat meninjau proses bongkar muat di pelabuhan.

Pantau Harga Melalui Aplikasi JAKI

Guna mencegah adanya praktik permainan harga atau spekulasi oleh oknum pedagang, Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk proaktif melakukan pemantauan secara mandiri. Masyarakat dapat mengecek pergerakan harga komoditas pangan secara real-time melalui sistem Info Pangan Jakarta.

Layanan tersebut kini telah terintegrasi penuh di dalam aplikasi JAKI. Dengan transparansi data harga ini, diharapkan masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan belanja (panic buying) dan bisa melaporkan jika ditemukan harga yang tidak wajar di pasar-pasar tradisional maupun modern.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi Jakarta di tengah tantangan inflasi pangan global, sekaligus memastikan seluruh warga dapat merayakan Lebaran dengan tenang.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *