Kabar Baik! Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Aceh Capai 73,5 Persen, Sumbar dan Sumut Normal

Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Capai 73,5 Persen
Menkomdigi Meutya Hafid. (Dok. Ist)

Faktamedan.id, NASIONAL – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan Infrastruktur Digital Aceh pascabencana. Ia memastikan bahwa proses pemulihan jaringan terus menunjukkan tren positif. Hingga Jumat (19/12/2025), sebanyak 73,5 persen base transceiver station (BTS) di Provinsi Aceh kini telah kembali beroperasi normal atau on air.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Meutya menjelaskan adanya peningkatan signifikan dalam waktu 24 jam terakhir. Pihaknya bersama operator seluler terus bekerja ekstra untuk mengembalikan konektivitas di wilayah yang sempat terisolasi secara digital.

“Dalam satu hari terakhir kita melihat ada kenaikan yang cukup tinggi dari 50-an persen menjadi 73,5 persen per pukul 00.00 WIB,” kata Meutya Hafid. Meski menunjukkan kemajuan, ia menegaskan target utama pemerintah tetaplah mencapai Pemulihan Jaringan Telekomunikasi hingga 100 persen.

Progres Signifikan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat

Sementara Aceh masih dalam proses percepatan, kondisi infrastruktur telekomunikasi di provinsi tetangga menunjukkan progres yang jauh lebih cepat. Berikut adalah data pemulihan BTS di wilayah Sumatera lainnya:

  • Sumatera Barat: Jaringan dilaporkan telah pulih hingga 99 persen.
  • Sumatera Utara: Operasional BTS telah beroperasi normal sebanyak 98 persen.
  • Wilayah Prioritas Aceh: Fokus pemulihan kini tertuju pada Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.

Meutya menekankan bahwa kelancaran jaringan sangat krusial sebagai tulang punggung koordinasi penanganan bencana di sektor lainnya. “Informasi menentukan keberlangsungan proses pemulihan sektor lain dan komunikasi bagi keluarga terdampak,” tambahnya.

Tantangan Listrik dan Kerusakan Kabel Serat Optik

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah pasokan listrik yang belum stabil. Banyak infrastruktur kelistrikan seperti SUTET yang rubuh akibat bencana, sehingga perangkat telekomunikasi sulit beroperasi secara mandiri.

Selain masalah energi, gangguan fisik pada kabel serat optik akibat banjir dan tanah longsor menjadi hambatan teknis yang cukup berat. Untuk mengatasi hal ini, tim teknis di lapangan telah menyiapkan beberapa langkah darurat sebagai solusi alternatif.

Upaya ekstra yang dilakukan tim lapangan meliputi:

  1. Penyediaan genset sebagai sumber energi cadangan untuk BTS.
  2. Penggunaan satelit di wilayah yang kabel serat optiknya terputus total.
  3. Pengalihan jalur komunikasi melalui kabel bawah laut sebagai rute baru.
  4. Koordinasi intensif dengan PLN untuk pemulihan jaringan listrik di titik-titik vital.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Aceh dapat tuntas dalam waktu dekat. Kembalinya akses digital akan sangat membantu distribusi bantuan dan pelaporan kondisi terkini dari lokasi terdampak bencana.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *