Dirut BEI Mundur, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Momentum Tepat Investor Lakukan Strategi ‘Serok Bawah’

Realisasi Pajak 2025 Belum Capai Target Maksimal
Gaya Ceplas-Ceplos Menkeu Purbaya Dibandingkan dengan Gus Dur dan Rizal Ramli/(instagram )

Faktamedan.id, EKONOMI – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan strategis terkait dinamika terbaru yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengunduran diri Iman Rachman dari posisi Direktur Utama BEI justru dipandang sebagai sinyal positif bagi para investor yang jeli melihat peluang.

Menurut Purbaya, fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi saat ini merupakan momentum yang tepat bagi pelaku pasar untuk melakukan strategi “serok bawah” atau membeli saham di harga rendah.

Langkah mundur yang diambil sang Dirut dinilai sebagai bentuk pertanggungjawaban profesional yang tinggi. Purbaya menyoroti adanya kelalaian dalam merespons masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sempat memicu guncangan pada indeks beberapa waktu lalu.

“Transparansi dan kecepatan dalam menangani masalah internal ini adalah bukti bahwa pemerintah serius dalam menjaga stabilitas pasar modal tanah air,” tegas Purbaya dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Perbaikan Fundamental Ekonomi Terus Berjalan

Menkeu menegaskan bahwa pemerintah secara konsisten terus melakukan perbaikan fundamental ekonomi. Gejolak yang sempat memicu penghentian perdagangan (trading halt) beberapa waktu lalu kini mulai mereda seiring dengan langkah-langkah perbaikan struktural di tubuh otoritas bursa.

Purbaya meyakini bahwa pergantian kepemimpinan ini akan membawa angin segar bagi iklim investasi di Indonesia. Transparansi yang ditunjukkan dianggap sebagai sinyal kuat bagi investor global bahwa pasar modal Indonesia dikelola dengan standar akuntabilitas yang tinggi.

Harapan Bagi Pertumbuhan Sektor Riil

Dengan stabilitas pasar yang perlahan mulai kembali normal, investor diharapkan tidak lagi ragu dalam menanamkan modalnya. Arah kebijakan ekonomi ke depan diprediksi akan jauh lebih solid dan memberikan kepastian, baik bagi pertumbuhan sektor riil maupun sektor finansial.

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa pasar modal tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang kredibel. Upaya pengetatan pengawasan dan perbaikan regulasi terus dilakukan guna memberikan perlindungan maksimal bagi para investor, baik domestik maupun asing.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *