Update Program Makan Bergizi Gratis: Badan Gizi Nasional Resmikan 19.000 Satuan Pelayanan

BGN Klarifikasi Isu Siswa Dikeluarkan Terkait Makan Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana/(instagram)

Faktamedan.id, EKONOMI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki babak baru dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Badan Gizi Nasional (BGN) secara masif terus memperluas jangkauan layanan gizi ke seluruh penjuru negeri. Langkah ini bertujuan untuk memastikan generasi masa depan mendapatkan nutrisi yang layak.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, meresmikan 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahap ketiga di Batang, Jawa Tengah. Peresmian tersebut dilakukan pada Minggu (1/2/2026) sebagai bagian dari ekspansi nasional. Hingga Januari 2026, tercatat sudah terbentuk 19.000 unit SPPG yang siap beroperasi.

Ekspansi luar biasa ini ditargetkan mampu melayani 55 juta penerima manfaat di berbagai pelosok Indonesia. Melalui Badan Gizi Nasional, pemerintah berkomitmen menjaga asupan gizi para santri dan pelajar. Hal ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan bangsa yang lebih cerah dan kompetitif.

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis ternyata bukan hanya sekadar urusan kesehatan dan nutrisi. Program ini juga berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi baru bagi masyarakat tingkat akar rumput. Anggaran operasional yang dialokasikan mencapai Rp855 miliar dalam satu hari peluncuran nasional.

Perputaran uang yang masif ini memberikan dampak nyata bagi ekosistem ekonomi lokal. Berikut adalah rincian alokasi dana dan keterlibatan tenaga kerja dalam program ini:

  • 70% Dana: Dialokasikan khusus untuk pembelian bahan baku dari petani dan peternak lokal.
  • 20% Dana: Digunakan untuk menyerap tenaga kerja di sekitar lokasi satuan pelayanan.
  • 1,6 Juta Orang: Jumlah perkiraan tenaga kerja yang terlibat, mulai dari staf dapur hingga pemasok.
  • 5 Ton Beras: Kebutuhan pasokan rutin per bulan untuk satu unit SPPG.

Peluang Besar bagi Petani dan Peternak Lokal

Satu unit SPPG membutuhkan pasokan pangan yang sangat besar dan stabil setiap bulannya. Selain beras, ribuan butir telur juga dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian para penerima manfaat. Kondisi ini menciptakan pasar pasti bagi para produsen pangan di daerah tersebut.

Petani padi dan peternak ayam petelur kini memiliki akses langsung untuk memasok hasil bumi mereka. Keterlibatan rantai pasok lokal ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Badan Gizi Nasional memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil.

Dengan sistem yang terintegrasi, Program Makan Bergizi Gratis menjadi solusi ganda bagi Indonesia. Selain mencetak anak bangsa yang sehat, program ini juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Pemerintah optimis target peningkatan kualitas SDM akan tercapai sesuai rencana.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *