Breaking News: KPK Gelar OTT di Depok, Amankan Petinggi Pengadilan Terkait Dugaan Suap Perkara

Korupsi Gas PGN: Danny Praditya & Iswan Ibrahim Dituntut
Gedung Merah Putih KPK/fkn

Faktamedan.id, NASIONAL – Dunia peradilan kembali diguncang kabar miring terkait integritas aparat penegak hukum. Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Depok, Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026) malam.

Operasi senyap ini menyasar oknum aparat penegak hukum (APH) yang diduga terlibat dalam praktik rasuah untuk melancarkan urusan perkara di pengadilan. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, telah mengonfirmasi kebenaran operasi tersebut kepada awak media.

“Benar ada kegiatan (OTT) di Depok. Pihak yang terjaring merupakan Aparat Penegak Hukum,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi mengenai penindakan tersebut.

Petinggi PN Depok Diamankan

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa oknum yang diamankan menjabat sebagai salah satu petinggi di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Dugaan kuat mengarah pada sosok Wakil Ketua pengadilan setempat yang terjaring dalam operasi senyap tim lembaga antirasuah tersebut.

Fokus utama dari OTT kali ini adalah dugaan suap terkait pengurusan perkara yang sedang berjalan. KPK mensinyalir adanya aliran dana ilegal dari pihak berperkara guna memengaruhi putusan hukum agar menguntungkan pihak tertentu.

Pemeriksaan Intensif 1×24 Jam

Saat ini, para pihak yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Penyidik sedang bekerja keras untuk mengungkap jaringan keterlibatan pihak lain serta mengumpulkan bukti-bukti pendukung, termasuk dugaan uang suap yang diamankan saat operasi.

Langkah tegas KPK ini menjadi peringatan keras bagi para abdi hukum di seluruh Indonesia agar tetap menjaga integritas dan profesionalisme. Praktik “jual-beli” perkara di lembaga peradilan dinilai sangat merusak kepercayaan masyarakat terhadap keadilan.

Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Konferensi pers resmi diperkirakan akan digelar pada Jumat sore untuk menjelaskan kronologi dan detail perkara secara utuh.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *