Faktamedan.id, NASIONAL – Nestle mengambil keputusan mengejutkan dengan memecat CEO Laurent Freixe yang baru menjabat selama satu tahun. Keputusan ini diambil setelah investigasi internal menemukan adanya hubungan asmara dengan staf bawahan, yang dinilai melanggar kode etik perusahaan.
Ketua Dewan Nestle, Paul Bulcke, bersama Direktur Independen Utama, Pablo Isla, memimpin langsung penyelidikan tersebut. Laporan mengenai hubungan rahasia itu pertama kali muncul melalui hotline internal pada musim semi lalu.
Awalnya, penyelidikan pertama tidak menemukan bukti kuat. Namun, karena kekhawatiran terus berlanjut, dewan direksi memutuskan untuk meluncurkan investigasi kedua dengan bantuan firma eksternal.
Laurent Freixe sempat membantah tuduhan itu. Akan tetapi, bukti yang terkumpul akhirnya mengonfirmasi adanya hubungan terlarang dengan staf bawahan.
Paul Bulcke menegaskan, keputusan ini tidak bisa dihindari.
“Ini adalah keputusan yang perlu diambil. Nilai-nilai dan tata kelola Nestle adalah fondasi kuat perusahaan kami. Saya berterima kasih kepada Laurent atas tahun-tahun pengabdiannya,” kata Bulcke.
Akibat pemecatan ini, Freixe tidak akan menerima pesangon. Posisinya digantikan oleh Philipp Navratil, pejabat senior yang sebelumnya memimpin unit Nespresso.
Pergantian mendadak ini semakin menambah ketidakpastian di tubuh Nestle. Hanya dalam kurun setahun, perusahaan sudah mengganti dua CEO setelah sebelumnya Mark Schneider juga diberhentikan.
Selain itu, saham Nestle turun 17 persen sepanjang tahun lalu dan kalah bersaing dengan para kompetitor. Meski manajemen menegaskan strategi serta target perusahaan tidak berubah, analis pasar melihat adanya keraguan.
JP Morgan menulis dalam catatan untuk klien:
“Perubahan baru ini kemungkinan akan mempertahankan tanda tanya mengenai arah jangka menengah perusahaan.”(dms)













