Faktamedan.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan komitmennya untuk terus memburu para koruptor meski bulan suci Ramadan segera berakhir. Memasuki hari ke-25 Ramadan pada Minggu (15/3/2026), lembaga antirasuah ini mengirimkan pesan kuat kepada seluruh penyelenggara negara agar tidak mencoba-coba melakukan praktik lancung.
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengingatkan agar para pejabat tidak memanfaatkan asumsi kelengahan petugas yang sedang bersiap mudik atau menjalani libur hari raya. Menurutnya, aparat penegak hukum di KPK akan tetap siaga penuh di sisa waktu menjelang Idulfitri 2026.
Penyidik Tidak Mengenal Libur Mudik
Asep menegaskan bahwa siapa pun tidak boleh berasumsi penyidik sedang meninggalkan tugasnya demi kepentingan pribadi. Ia bahkan menyebut semangat kerja tim penindakan terinspirasi dari dedikasi jurnalis yang tetap bekerja tanpa mengenal hari libur demi kepentingan publik dan keterbukaan informasi.
“Jangan berpikir kami sedang bersiap mudik lalu meninggalkan tugas. Kewajiban penindakan akan terus berjalan selama praktik culas masih ditemukan di lapangan,” ujar Asep Guntur Rahayu dalam keterangannya kepada media.
Buntut OTT Cilacap di Bulan Suci
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk konsekuensi nyata karena berbagai peringatan dan surat edaran pencegahan kerap diabaikan oleh oknum pejabat. Pernyataan ini muncul tak lama setelah KPK sukses menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap yang menyeret Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Sadmoko Danardono.
KPK memastikan bahwa pengawasan dan penindakan tidak akan kendor meskipun intensitas kegiatan masyarakat meningkat menjelang Lebaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan anggaran negara dan daerah tetap aman dari tangan-tangan jahat yang ingin memanfaatkan momen hari raya untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
(*Drw)













