Faktamedan.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan menyoroti adanya ketimpangan gaji di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan direktorat lainnya. Hal ini terungkap dalam momen pelantikan pejabat eselon I Kementerian Keuangan yang berlangsung baru-baru ini.
Purbaya menceritakan pengalamannya saat melakukan mutasi pegawai dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) ke Direktorat Jenderal Pajak untuk menutupi kekurangan personel. Namun, ia menemukan adanya kesan eksklusivitas yang muncul akibat perbedaan besaran penghasilan yang cukup signifikan antar-instansi di bawah komandonya tersebut pada Sabtu (28/3/2026).
Sinyal Penyetaraan Kesejahteraan Pegawai
Menanggapi ketimpangan tersebut, Purbaya melontarkan solusi yang sempat memicu tawa para pejabat yang hadir, termasuk Dirjen Pajak Bimo Wijayanto. Ia menawarkan pilihan ekstrem untuk menyetarakan kesejahteraan para pegawai guna menghapus sekat eksklusivitas antar-direktorat.
“Kita potong atau kita naikin yang lain? Ya kan dua pilihan, kita samakan, potong yang Pajaknya atau yang lain kita naikin semua?” seloroh Purbaya saat menegaskan adanya kesenjangan tersebut. Pernyataan ini dipandang sebagai sinyal bahwa disparitas penghasilan di internal Kemenkeu kini menjadi perhatian serius dalam manajemen birokrasi.
Beban APBN Jadi Pertimbangan Utama
Purbaya bahkan sempat melempar candaan kepada Dirjen Anggaran, Luky Alfirman, terkait ketersediaan dana jika opsi menaikkan gaji direktorat lain benar-benar diambil. Ia meyakini bahwa penyesuaian anggaran akan menjadi tantangan tersendiri bagi Dirjen Anggaran karena harus mempertimbangkan beban APBN secara keseluruhan.
Meskipun disampaikan dengan nada berkelakar, pernyataan Bendahara Negara ini mengonfirmasi bahwa masalah disparitas penghasilan masih menjadi isu sensitif di internal Kemenkeu. Upaya penyetaraan ini diharapkan dapat meningkatkan soliditas antar-pegawai dan menghilangkan kesan kelas sosial di dalam satu kementerian demi kinerja birokrasi yang lebih optimal di masa depan.
*(Drw)















