Hukum  

Dampak Korupsi Bea Cukai, KPK Bongkar Safe Deposit Box Berisi Emas Rp2 Miliar

Korupsi Gas PGN: Danny Praditya & Iswan Ibrahim Dituntut
Gedung Merah Putih KPK/fkn

Faktamedan.id — Pengusaha kepabeanan Heri Setiyono, yang akrab disapa Heri Black, akhirnya menyerahkan diri ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah sempat mangkir dari panggilan hukum. Langkah kooperatif ini diambil usai tim penyidik melakukan penggeledahan paksa di rumah kediamannya di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin pekan lalu.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa Heri Black tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (18/5/2026) pukul 09.04 WIB. Pemeriksaan intensif ini merupakan penjadwalan ulang atas panggilan pertama pada 8 Mei 2026. Dari penggeledahan di Semarang, penyidik berhasil menyita dokumen catatan keuangan serta Barang Bukti Elektronik (BBE) yang mengindikasikan adanya upaya eksternal untuk menghambat proses penegakan hukum (obstruction of justice).

Skandal Bea Cukai Seret Pejabat dan Swasta

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ini kian melebar dengan penetapan tujuh orang tersangka. Sejumlah nama besar dari jajaran birokrasi kini telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK, antara lain:

  • Rizal (Mantan Direktur Penyidikan & Penindakan DJBC periode 2024–Januari 2026).
  • Sisprian Subiaksono (Kasubdit Intel P2).
  • Orlando (Kasi Intel DJBC).

Sementara itu, pihak swasta dari PT Blueray yang meliputi John Field (pemilik), Dedy Kurniawan (manajer), Andri (ketua tim dokumen), serta Budiman Bayu Prasojo kini sudah berstatus terdakwa dan tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Penyucian Uang dan Sita Aset Rp2 Miliar

Penyidikan kasus ini juga berkembang pesat ke arah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Tim penyidik KPK dilaporkan sukses membongkar Safe Deposit Box milik tersangka Rizal di Medan yang berisi tumpukan logam mulia serta valuta asing senilai Rp2 miliar. Tidak hanya aset konvensional, KPK juga menyita aset digital milik Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, yang diduga kuat berkaitan dengan aliran dana haram kepabeanan ini.

*(Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *