Haqul Yakin di Jalan Benar, Presiden Prabowo Prioritaskan Uang Negara Untuk Makan Rakyat

Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah: BGN Beri Klarifikasi
Implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan tak sesaui dengan laporan Badan Gizi Nasional (BGN)/net.

Faktamedan.id – Pemerintah Indonesia tengah mengkaji kebijakan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga sebagai langkah disiplin fiskal menghadapi dinamika ekonomi global. Meski demikian, pemerintah memberikan jaminan bahwa program bantuan sosial (bansos) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan tersentuh pemangkasan tersebut.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengendalikan belanja negara dari pengajuan tambahan anggaran yang dinilai terlalu besar. Skenario pemangkasan yang dibahas berada di angka 10 persen guna menyesuaikan kebutuhan spesifik tiap lembaga tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional.

MBG Sebagai Investasi SDM Harga Mati

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, penghematan harus dilakukan pada sektor lain yang bukan menjadi prioritas dasar, seperti perjalanan dinas atau kegiatan seremonial.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Saya haqul yakin berada di jalan yang benar. Uang kita ada untuk investasi human capital ini,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya di Hambalang baru-baru ini.

Bansos Tetap Prioritas Utama

Senada dengan Presiden, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa bansos tetap menjadi prioritas utama dalam struktur APBN. Efisiensi hanya akan menyasar program-program yang bisa ditunda dan tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat.

“Yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bantuan sosial tidak akan ada efisiensi. Malah justru jika dibutuhkan, Presiden akan menambah,” kata Gus Ipul. Pemerintah optimistis bahwa dengan penataan anggaran yang lebih tepat sasaran, daya tahan ekonomi masyarakat rentan dapat tetap terjaga di tengah tekanan situasi global yang dinamis.

(*Drw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *