Faktamedan.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Peristiwa karhutla di Simalungun ini melanda kawasan Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kejadian ini menjadi salah satu sorotan utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena dampaknya yang terbilang cukup luas. Berdasarkan laporan inventarisasi yang dihimpun, insiden kebakaran lahan ini dipicu oleh kondisi cuaca yang sangat panas dan terik di wilayah tersebut, yang kemudian diperparah oleh tiupan angin kencang.
Empat Hektare Lahan Hangus Dilalap Api
Akibat kejadian karhutla di Simalungun ini, total cakupan luas lahan yang hangus dilalap si jago merah tercatat mencapai angka empat hektare. Merespons eskalasi kondisi darurat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Simalungun, armada Pemadam Kebakaran Pos Siantar, serta personel Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman fisik.
Petugas di lapangan bahu-membahu melokalisir area agar sebaran kebakaran tidak semakin meluas ke pemukiman atau lahan produktif lainnya. Selain pemadaman, petugas juga melakukan koordinasi taktis dengan pemerintah kelurahan setempat guna mendukung optimalisasi penanganan darurat di titik api.
BNPB Dorong Penguatan Mitigasi dan Deteksi Dini
Menyikapi ancaman kebakaran yang rentan terjadi akibat cuaca ekstrem, BNPB mendorong seluruh pihak terkait untuk lebih masif mengedepankan langkah pencegahan. Pemerintah daerah beserta masyarakat diminta untuk memperkuat sistem deteksi dini serta meningkatkan fungsi pengawasan di area rawan.
Langkah mitigasi dapat diwujudkan melalui patroli keamanan secara rutin, optimalisasi peran menara pengawas, hingga pemantauan informasi cuaca secara berkala dari lembaga resmi. Kerja sama lintas instansi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menghindari potensi kerugian yang lebih besar akibat bencana karhutla di masa mendatang.
*(Drw)









